Jumat, 21 Desember 2018

Latihan dan Pengembangan SDM


Pelatihan adalah proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian, konsep, peraturan atau sikap untuk meningkatkan kinerja karyawan. Pengembangan yaitu penyiapan individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau yang lebih tinggi dalam perusahaan, organisasi, instansi atau lembaga pendidikan.
Tujuan Perusahaan dalam memberukan pelatihan agar karyawan dapat:
1.     Menambah pengetahuan baru
2.     Mengasah kemampuan karyawan
3.     Meningkatkan Keteampilan
4.     Meningkatkan Rasa Tanggung jawab
5.     Meningkatkan Ketaatan
Kapan Pelatihan Diperlukan
Didalam perusahaan  biasanya karyawan akan menduduki jabatan baru yang tidak didukung dengan pendidikannya. Biasanya upaya yang akan ditempuh alah melakukan pelatihan dan pengembangan karir.
Jenis Program Pelatihan dan Pengembangan
Ada 5 jenis – jenis pelatihan yang dapat diselenggarakan:
1.     Pelatihan Keahlian (Skills Training ) merupakan pelatihan yang sering dijumpai dalam organisasi. Program pelatihannya relative sederhana.
2.     Pelatihan Ulang (Retraining) merupakan upaya memberikan karyawan keahlian yang dibutuhkan untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah.
3.     Pelatihan Lintas Fungsional (Cross Fungtional Training) merupakan pelatihan karyawan untuk melakukan aktitas kerja dalam bidang lainnya selain dan pekerjaan yang ditugaskan.
4.     Pelatihan Tim merupakan bekerjasama terdiri dari sekelompok individu untuk menyelesaikan pekerjaan demi tujuan bersama dalam sebuah tim kerja.
5.     Pelatihan Kreativitas merupakan tenaga kerja diberikan peluang untuk mengeluarkan gagasan yang berdasarkan pad penilaian rasional dan biaya kelayakan.

Orientasi Pekerja Baru
Orientasi terdiri dari 2 jenis, yaitu ;
1.     Induksi, tahap awal dalam karyawan baru. Mempelajari apa yang akan dilakukan, peraturan – peraturan dan sebagainya.
2.     Sosialisasi, proses yang berjangka lebih panjang dimana karyawan baru mempelajari norma – norma, system nilai dan kelompok.

Pelatihan dan Tahap – Tahapnya
1.     Penentuan kebutuhan pelatihan adalah lebih sulit untuk menilai kebutuhan – kebutuhan pelatihan bagi para pekerja yang ada daripada mengorientasikan para pegawai yang baru. Dalam tahapan ini terdapat 3 macam kebutuhan akan pekatihan, yaitu:
a.      General treatment need
b.     Oversable Performance discrepancies
c.      Future Human resources need
2.     Mendesain program pelatihan yaitu dengan melakukan perubahan dalam sistem feedback, seleksi, imbalan atau pemecatan terhadap pegawai selama masa percobaannya.
Pelatihan formal dan Non Formal
1.     Pelatihan Formal
Yaitu pelatihan yang dilaksanakan secara formal/ Resmi oleh organisasi atau perusahaan untuk para karyawan. Metode pelatihan formal yaitu:
a.      Belajar Mandiri
b.     Metode belajar dikelas/ceramah
c.      Pelatihan di tempat kerja
d.     Unjuk kerja
e.      Simulasi
f.       System magang
g.     Pelatihan vestibule
h.     Bermain peran
i.       Telaah kasus
2.     Pelatihan Non Formal
Yaitu pelatihan yang diadakan untuk melengkapi pelatihan normal. Salah satu pelatihan non formal disebut Built in Training atau pelatihan melekat merupakan pelatihan yang berkesinambungan dan melekat dengan tugas atasan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugasnya.

Pelatihan supervisor, pengembangan team dan pengembangan organisasi
Tujuan dari pelatihan supervisi adalah untuk meningkatkan keterampilan pengawasan dalam manajemen untuk melaksanakan pekerjaan melalui orang lain. Ada dua jenis pelatihan, yaitu: Organization development (OD) dan sensitivity training.
1.     Organization Development, yaitu para manager dan supervisor tidak hanya bertanggung jawab pada pelatihan terhadap pegawai tetapi juga meningkatkan kualitas hubungan kerja dari para pegawai.
2.     Sensitivity training, yaitu hubungan kerja dalam kelompok kecil dan action research yang didasarkan pada pengumpulan data.
Arti dan pentingnya pengembangan SDM
1.     Sumber daya manusia pendidikan, untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal.
2.     Sumber daya manusia pertanian, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dibidang pertanian.
Pengembangan SDM melalui Diklat
Diklat adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan. Tujuan diklat adalah:
1.     Meningkatkan pengetahuan dan sikap untuk melakukan tugas jabatan secata professional
2.     Menciptakan kesamaan visi
3.     Menciptakan operator yang berperan sebagai persatuan bangsa
Macam – macam Diklat
1.     Diklat pra jabatan
2.     Diklat dalam jabatan

Pengembangan melalui penugasan
Untuk mengembangkan potensi pegawai melalui penugasana pada jabatan – jabatan dari yang sederhana sampai yang kompleks.
Pengembangan melalui Mutasi/Promosi
Promosi adalah penghargaan dengan kenaikan jabatan dalam suatu organisasi ataupun instansi baik dalam pemerintahan maupun non pemerintahan. Sebab – sebab pelaksanaan mutase menurut siswandi (1999) digolongkan sbb:
1.     Permintaan sendiri
2.     Alih tugas produktif
Pengembangan melalui GKM (Gugus kendali mutu)
GKM didalam perusahaan adalah sekelompok karyawan kecil yang terdiri dari 3 sampai 8 orang dari unit kerja.
Pengembangan melalui waskat
Waskat adalah pengorganisasian, prosedur, pencatatan, pelaporan, supervisi dan review intern.
1.     Pengorganisasian
2.     Personil
3.     Kebijakan
4.     Perencanaan
5.     Prosedur
6.     Pencatatan














  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar