Sabtu, 26 Maret 2016

BIOGRAFI SEORANG WIRAUSAHAWAN 3





Hendy Setiono adalah seorang pengusaha muda asal Surabaya, yang dikenal berkat produk dagangnya “Kebab Turki Baba Rafi”. Hendy lahir pada tanggal 30 Mei, dua puluh sembilan tahun yang lalu. Dia merupakan putra pertama dari pasangan Bambang Sudiono dan Endah Setijowati.
Sebelum menjadi seorang pengusaha muda, Hendy Setiono tercatat sebagai seorang mahasiswa Jurusan teknik Informatika Institut teknologi Sepuluh November Surabaya. Namun, dia memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliah dan memulai bisnis Kebab Turki.

PENDIDIKAN
  • Diploma Lanjutan E-Commerce Komputer Informatika Sekolah Pendidikan Singapura, (2003-2004)
  • Diploma E-Commerce Sekolah Pendidikan Informatika Komputer Singapura, (2002-2003)
  • Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) (tidak tamat), (2000-2002)
  • SMU Negeri 5 Surabaya, (1997-2000)
  • SMP Vidatra Bontang Kalimantan Timur (1994-1997)
  • Sekolah Dasar Twinbrook Maryland Amerika Serikat, (1992-1994)
  • SD YPVDP Bontang Kalimantan Timur (1989-1992)

Hendy merupakan satu dari sekian pengusaha sukses yang pandai melihat peluang bisnis. Ketika duduk di bangku kuliah semester 4, Hendy merintis usahanya dengan seorang teman yang menyukai kuliner, Hasan Baraja. Resep Kebab Turki tersebut dia peroleh ketika dia mengunjungi ayahnya di Qatar yang bekerja di sebuah perusahaan minyak. Bersama dengan Hasan, Hendy memodifikasi bahan dan bumbu kebab agar sesuai dengan lidah Indonesia.
Dengan modal awal 4 juta rupiah dan dibantu oleh satu karyawan, sekarang Hendy berhasil mendirikan PT Baba Rafi Indonesia. Pada tahun 2008, kedai kebab hendy berjumlah 325 yang tersebar di 50 kota, dan menaungi 700 karyawan.
Kepiawaian Hendy dalam berbisnis telah diakui banyak kalangan. Pada tahun 2006, Majalah Tempo mencatat nama Hendy sebagai 1 dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia. Selain itu, secara internasional, Hendy juga dinobatkan sebagai Asia’s Best Enterpreneur Under 25 oleh Majalah Business Week.
Kemudian, pada tahun 2007, Hendy mendapatkan gelar Terbaik I Wirausaha Muda Mandiri 2007 oleh Bank Mandiri.
Hendy memiliki moto LETAM yang berarti Lihat peluang yang ada, Evaluasi peluang itu, Tirukan cara yang mungkin diadopsi, Amati caranya dan lakukan, dan Modifikasi cara yang telah dipilih itu.
Kini, Hendy Setiono banyak dundang dalam seminar kewirausahaan.
Bersama dengan Nilamsari, Hendy dianugerahi putra bernama Rafi Darmawan.
Ide bisnis bisa timbul kapan saja dan dimana saja. Hendy Setiono misalnya, menemukan ide bisnis setelah dirinya mencoba makanan khas Timur Tengah, kebab. Pada Mei 2003, ia mengunjungi sang Ayah yang kerja di perusahaan minyak di Qatar. Disana, ia banyak menemui kedai Kebab yang sangat ramai diserbu pembeli. Karena penasaran, akhirnya iapun mencoba untuk membelinya, “Ternyata rasanya sangat enak, saya tak menduga sebelumnya,” ungkap Hendy.

Sejak saat itu muncullah keinginannya untuk membuka bisnis kebab di tanah air. Alasannya sederhana, selain rasanya enak, makanan kebab belum banyak dijumpai di Indonesia. Padahal banyak orang Indonesia yang keturunan Arab, atau banyak orang Indonesia yang naik haji dan pernah mencicipi disana. Mungkin dengan mencicipi kebab dari outlet Hendy, mereka bisa bernostalgia saat mereka haji atau umroh.

Hendy kemudian bereksperimen dan mengambil kesimpulan bahwa kebab asal Turki adalah yang paling enak. Sehingga ia menggunakan “trade mark” Turki untuk menarik calon pelanggan, yaitu “Kebab Turki Baba Rafi”.

Awal Usaha

Mengawali sebuah bisnis memang tak semudah membalik telapak tangan namun juga tak sesulit membuat roket. Begitu tiba di tanah air, Hendy langsung menyususn strategi bisnis. Ia mencari rekanan bisnis. Ia tidak ingin usahanya asal-asalan. Ia kemudian bertemu dengan kawannya yang juga senang kuliner yaitu Hasan Baraja.

Mereka kemudian sepakat untuk melakukan bisnis walau penuh trial and error. Mereka berdua kemudian melakukan penjajakan bisnis, pangsa pasar dan berusaha memodifikasi resep kebab yang familiar terhadap lidah orang Indonesia khususnya Surabaya sebagai kota pertama hendy memulai bisnis.

Jika menggunakan resep Kebab yang asli, aroma cengkeh dan ladanya sangat terasa dan ini tak cocok dengan lidah Surabaya. Selain itu, ukuran porsi kebab yang asli juga terlalu besar, tidak cocok dengan  orang Indonesia yang kemungkinan kebab hanya akan menjadi makanan camilan saja.

Akhirnya Hendy dan Hasan berhasil memodifikasi resep an ukuran kebab yang pas untuk dipasarkan di Surabaya. Kombinasi bahan yang digunakannya membuat lidah tergiur. Bayangkan, daging panggang berbumbu, menyebarkan aroma yang membangkitkan selera, ditambahi dengan irisan sayur segar, mayonaise, saos tomat dan sambal istimewa, dengan penyajian menarik, digulung dalam lembaran tortila lembut.


Proses peracikan resep yang pas butuh waktu tiga bulan. Dengan modal sekitar 10 juta, pada September 2003, gerobak kebab pertamanya mulai beroperasi. Masa-masa awal usahanya diakui Hendy sangatlah berat. Pernah uang dagangannya dibawa kabur karyawan. Gonta-ganti karyawan juga sangat sering. Baru beberapa minggu bekerja, karyawan sudah minta keluar. Bahkan Hendy dan istrinya, Nilam Sari, pernah harus berjualan sendiri. Namun karena hari itu hujan, tak banyak orang lalu lalang untuk jajan, “Uang hasil jualan hari itu digunakan membeli makan di warung seafood saja tak cukup.” Ungkapnya.

Perkembangan Kebab Turki Baba Rafi

Strategi promosi dan publikasi kebab Turki Baba Rafi jelas; kualitas adalah segalanya. Oleh sebab itu Baba Rafi menyiapkan pasukan khusus untuk quality kontrol yang akan selalu memandu dan memantau kondisi setiap outlet. Tugas divisi quality control adalah selalu mengecek dan mempertahankan kualitas rasa, pelayanan dan kebersihan serta value produk. Line khusus untuk pengaduan konsumen juga dipersiapkan.
Hendy juga selalu mengedepankan inovasi yang membuat produknya digemari, salah satunya adalah pemasakan daging yang diasap bukan digoreng, ini akan menimbulkan aroma yang lebih sedap dan mampu menggiring orang untuk mencobanya, dan lagi dan membeli lagi.

Varian kebab juga banyak seperti Winner Kebab, Hot Dog Jumbo, Syawarma, Kebab isi sosis istimewa, Kebab Gila dan Kebab Picok (Kebab Pisang Coklat). Harganya juga berkisar antara 8 ribu hingga belasan ribu, pokoknya masih dibawah 20 ribu.

Alhasil banyak yang kepincut dengan rasa Kebab Turki Baba Rafi serta banyak yang berminat menjadi mitra. Dari sinilah kemudian Hendy mematenkan kebabnya dan membuka peluang franchisee. Melalui PT Baba Rafi Indonesia, perusahaan ini kemudian membuka peluang kemitraan tersebut dengan harga mulai 50 jutaan . 


Yang sangat luar biasa dari bisnis ini adalah, Hendy hanya butuh waktu 3-4 tahun untuk mengembangkan sayap dimana-mana. Kini outlet Kebab Turki Baba Rafi telah berkembang hingga lebih dari 375 outlet dan mempekerjakan karyawan sebanyak lebih dari 200-an orang. Omsetnya juga fantastis yaitu sekitar 16 miliar per tahun.


KARIR
  • Presiden Direktur PT. Baba Rafi Indonesia – Pendiri Waralaba Bisnis “Kebab Turki Baba Rafi”, telah beroperasi lebih dari 750 Outlet di Indonesia dan Malaysia.
  • Presiden Direktur PT. Piramida Zahira-Pendiri Waralaba Bisnis “Piramizza”, sekarang beroperasi lebih dari 75 Outlet di Indonesia.
  • Presiden Direktur PT. Panen Raya Indonesia – “Ayam Bakar Mas Mono”, Restoran Ayam Panggang operasi 15 outlet di Indonesia.
  • Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Kewirausahaan – Indonesia Kamar Dagang dan Industri.
  • Motivator dan Mentor Bisnis Kewirausahaan.

Biodata Hendy Setiono

Nama : Hendy Setiono
Alias : Hendy | Baba Rafi
Profesi :
Agama : Islam
TTL : Surabaya, 30 Maret 1983
Zodiac : Aries
Warga Negara : Indonesia
Istri : Nilamsari
Anak : Rafi Darmawan, Reva Audrey Zahifa
Ayah : Ir. H. Bambang Sudiono
Ibu : Endah Setijowati

Pendidikan
2003-2004 Advance Diploma of E-Commerce Informatics Computer School Singapore Education
2002-2003 Diploma of E-Commerce Informatics Computer School Singapore Education
2000-2002 Teknik Informatika ITS hingga semester 4
Nama Usaha  
PT Baba Rafi Indonesia
2008 – sekarang Pemilik Piramizza : Counter makanan cepat saji dengan lima outlet di kota Surabaya
Investor Baba Rafi Palace : Rumah Penginapan dengan 18 ruangan yang berfungsi sebagai Homestay
Pemilik roti maryam Aba-Ab : Counter makanan cepat saji ala Timur Tengah yang sudah memiliki lebih dari 45 outlet yang tersebar di pulau Jawa dan Bali.


PENGHARGAAN
2010:
  •  Pemenang “Anugerah Peduli Pendidikan di Perusahaan Categorized” – Departemen Pendidikan Nasional Indonesia
2009:
  • Pemenang Ernst & Young Entrepreneur Of The Year – “Spirit Award Khusus Wirausaha 2009″ – oleh Ernst & Young Waralaba Terbaik untuk Investasi 2009” – oleh Majalah SWA.
  • Pemenang “Penghargaan Pengusaha Muda Waralaba Indonesia” – oleh Majalah Info Waralaba.
  • Pemenang “Waralaba TOP 30 ASEAN Terbaik” – Majalah Info Waralaba.
  • Pemenang “Pemasaran Terbaik – Waralaba Indonesia Of The Year 2009” – oleh Majalah Info Waralaba.
  • Pemenang “Penghargaan Kewirausahaan Pasific Asia 2009” – Posisi Kategori-oleh Enterprise Asia dari Malaysia 2008.
  • Pemenang “Kewirausahaan Asia Pasifik Awards 2008” – Kategori Paling Menjanjikan – oleh Enterprise Asia dari Malaysia.
  • Indonesia Ambasador untuk “Forum Iklim Pemimpin Muda Asia” – oleh British Council.
  • Pemenang “Penghargaan Tahunan Kepemimpinan Most Favorite 2008” – oleh Leadership Award 2008.
  • TOP 10 Waralaba Indonesia dari tahun 2008 Tahun” – oleh Majalah Info Waralaba 2007.
  • Inspirator “Suara Perubahan” – oleh A Mild Live Soundrenaline 2007
  • Pemenang “Wirausaha Muda Mandiri 2007” (Pengusaha Muda Mandiri 2007)-Kategori Pasca Sarjana dan Alumni – Bank Mandiri.
  • Pemenang “Best Achievement – Pengusaha Muda Penghargaan 2007” – Bisnis Indonesia.
  • Pemenang “Franchise Terbaik 2007” dalam F Lokal & B Kategori – oleh Pengusaha Majalah.
  • Pemenang “Manusia Prestasi of The Year 2007” – oleh Yayasan Citra Profesi Indonesia.
  • Pemenang “Penghargaan Pengusaha Indonesia Terbaik 2007” – dengan Penghargaan Profesional Indonesia (IPA).
  • Pemenang “Indonesian Best Start Up Perusahaan 2007″ – Penghargaan oleh Yayasan Prestasi Indonesia.Pengusaha Jawara 2007” – oleh KONTAN.
  • 2006 :
  • Pengusaha Terbaik Asia di bawah 25 tahun” – oleh BusinessWeek
  • 10 People Of The Year 2006″ – oleh Majalah TEMPO.
  • Pemenang “Enterprise 50” – Pengusaha Hottest pada tahun 2006 – oleh Majalah SWA.
  • Pemenang “Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad 21” – oleh Profesi Indonesia.
  • Pemenang “Kecil dan Menengah Penghargaan Bisnis Pengusaha Indonesia” (ISMBEA 2006 oleh Menteri untuk Kerjasama & UKM Indonesia.
  • 2005:
  • Pemenang 1 “Rencana Bisnis Pengusaha” di Petra Universitas Surabaya
  • Juara 1 dalam “Membuat Uang Dengan Persaingan Tidak ada” di Makassar.
  •  

Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar